no na Jadi Sasaran Bully Karena Syuting Klip di Sawah
Jakarta — Girl band Indonesia no na tiba‑tiba menjadi perbincangan setelah video klip mereka yang berjudul Shoot kembali viral dan menuai komentar negatif dari netizen Korea. Meskipun videonya dirilis sebelumnya, tren baru bermula dari reaksi netizen luar negeri yang mengejek latar syuting klip tersebut, yakni persawahan, sebagai hal yang tidak layak untuk sebuah video musik.
Video Shoot yang menampilkan pemandangan sawah dan suasana pedesaan sebenarnya dimaksudkan untuk mencerminkan identitas budaya Asia Tenggara yang lebih otentik. Latar seperti persawahan dalam klip menjadi bagian dari estetika visual yang ingin ditonjolkan oleh no na, yang memadukan unsur lokal dan musik pop modern dalam karya mereka.
Viral dan Dikecam Netizen Korea
Kekinian, sejumlah komentar di platform seperti X (sebelumnya Twitter) dari netizen Korea muncul mengejek lokasi syuting klip Shoot. Salah satu komentar mengatakan bahwa pengambilan video di persawahan terlihat seperti karena “tidak punya uang untuk sewa studio”, serta menyindir anggota group seolah “sedang menanam padi” ketimbang tampil sebagai girl band profesional.
Komentar‑komentar sarkas ini memicu perdebatan tajam di media sosial, terutama antara netizen Indonesia dan Korea. Sementara sebagian pihak melihat kritik itu sebagai bentuk kecemburuan atau stereotip terhadap produksi kreatif dari luar Korea, netizen Indonesia justru angkat suara untuk membela no na dan kualitas karya mereka.
Netizen Indonesia Membela
Menanggapi hinaan tersebut, banyak netizen Indonesia membagikan ulang video klip Shoot serta menyoroti kualitas musik dan performa no na. Mereka menegaskan bahwa visual sawah dalam klip justru menjadi kekuatan tersendiri, serta menunjukkan latar budaya yang tidak umum di video musik internasional. Dukungan ini juga jadi respons atas klaim bahwa Asia Tenggara terlalu menyukai musik Korea tetapi tidak menghargai karya musik lokal.
Beberapa pendukung bahkan menyoroti bahwa penggunaan latar alam oleh no na menunjukkan keunikan estetika kreatif yang membedakan mereka dari musik pop mainstream lain, dan bukan sekadar “klip murah”.
no na dan Perjalanan Musiknya
no na sendiri merupakan girl band yang diperkenalkan sebagai bagian dari label internasional dan sudah tampil di beberapa panggung internasional, termasuk festival Head In The Clouds: LA. Musik mereka yang memakai elemen budaya Asia Tenggara dalam visual dan tema lagunya menunjukkan arah baru dalam representasi musik Indonesia di panggung global.