Sabtu, 17 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Advokat Online TimeAdvokat Online Time
Advokat Online Time - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Kesehatan › Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu, Apa Kata Ahli Tentang ...
Kesehatan

Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu, Apa Kata Ahli Tentang Keamanannya?

Viral Siomay dari Ikan Sapu-Sapu, Amankah Bagi Kesehatan? Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh diskusi mengenai penggunaan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan

Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu, Apa Kata Ahli Tentang Keamanannya?

Viral Siomay dari Ikan Sapu-Sapu, Amankah Bagi Kesehatan?

Baru-baru ini, media sosial diramaikan oleh diskusi mengenai penggunaan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan dasar olahan pangan seperti siomay, batagor, hingga abon. Harganya yang ekonomis dan tekstur dagingnya yang menyerupai ikan konsumsi lainnya membuat beberapa oknum pedagang nakal tergiur untuk menggunakannya. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah ikan sapu-sapu aman dikonsumsi manusia?

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Menjadi Perdebatan?

Ikan sapu-sapu (Loricariidae) sebenarnya merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal sebagai “pembersih tanki” karena kebiasaannya memakan lumut dan sisa organik. Di lingkungan asalnya yang bersih, ikan ini tidak secara alami beracun. Masalah muncul karena habitat ikan sapu-sapu di Indonesia sering kali berada di sungai-sungai yang tercemar limbah industri dan domestik. Seperti Sungai Ciliwung atau sungai di kawasan perkotaan besar.

Penjelasan Pakar Kesehatan

Menurut para ahli kesehatan dan keamanan pangan, ada beberapa risiko utama jika kita mengonsumsi ikan yang berasal dari perairan tercemar:

  1. Akumulasi Logam Berat: Ikan sapu-sapu adalah filter feeder yang menyerap apa pun di lingkungannya. Jika hidup di air tercemar, dagingnya kemungkinan besar mengandung logam berat berbahaya seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd).

  2. Risiko Penyakit Jangka Panjang: Mengonsumsi makanan yang tercemar logam berat secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan saraf, hingga risiko kanker.

  3. Kontaminasi Mikroba: Selain kimiawi, ikan dari sungai yang kotor juga berisiko membawa bakteri patogen dan parasit yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan akut.

Cara Membedakan Olahan Ikan Sapu-Sapu

Secara kasat mata, cukup sulit membedakan siomay atau abon yang sudah diolah. Namun, konsumen patut waspada jika menemukan produk olahan ikan dengan harga yang jauh di bawah pasar. Aroma yang sangat amis (langu), atau warna daging yang cenderung lebih gelap dan kusam dibandingkan ikan tenggiri yang biasanya berwarna putih cerah.

Kesimpulannya, meski secara biologis dagingnya bisa dimakan, keamanan ikan sapu-sapu sangat bergantung pada kualitas air tempatnya hidup. Karena mayoritas ikan sapu-sapu yang beredar di pasar gelap berasal dari sungai tercemar. Para pakar sangat tidak menyarankan untuk mengonsumsinya demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Tags: Ikan Sapu-Sapu Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Baca Juga: lxtotolinksitus.xyz